buku

The Shining Girls (Gadis-Gadis Gemerlap)

The Shining Girls (Gadis-Gadis Gemerlap), terjemahan GPU tahun 2015.

The Shining Girls (Gadis-Gadis Gemerlap), terjemahan GPU tahun 2015.

Penikmat kisah pembunuh berantai? Penikmat kisah time travel? Ha! Kamu wajib baca ini.

The Shining Girls (Gadis-Gadis Gemerlap) yang ditulis oleh Lauren Beukes ini mencakup dua hal tersebut. Termasuk di dalamnya, seru, cukup sadis, dan tegang abis.

Naratifnya yang maju mundur dan chapter yang pendek-pendek bikin nggak bisa berhenti mengikuti perjalanan Kirby. Kirby adalah salah satu gadis gemerlap yang muncul di konstalasi Harper. Korban pembunuhan yang selamat, meski anjingnya harus mati.

Rasa penasaran dan dendam Kirby mengantarkannya pada penyidikan yang panjang dan ‘membingungkan’ (bagi dia). Tapi tidak bagi pembaca. Karena pembaca juga mendapat bagian banyak dari sudut pandang si pembunuh tadi.

Sampai akhir, rasanya masih dag-dig-dug mengikuti Kirby yang akhirnya mengetahui tentang Rumah. Yak, ‘Rumah’ yang jadi alat untuk melakukan time-travel oleh si pembunuh alias Harper.

Lauren Beukes memilih Chicago sebagai setting kisah ini dari rentang tahun 1920an-1993. Menurutku sih, Beukes mendeskripsikan Chicago cukup jelas, sampai kerasa kebayang gitu. Aku nggak tahu apakah ada beda penggunaan bahasa antara tahun-tahun itu, soalnya di terjemahannya sih sama saja.

Selain deskripsi Chicago yang cukup enak, Bukes juga menulis dengan detail adegan-adegan pembunuhan dan kekerasan di dalam novel ini. Ada adegan yang menurutku cukup sadis dan bikin ngilu. Meski adegan seperti itu nggak terlalu banyak–tapi, adegan kekerasannya banyak. Ya dan eksplisit.

Novel ini susah ditaruh ketika sudah mulai baca. Alurnya yang bolak balik bikin cerita ini makin seru dan geregetan. Naratif maju mundurnya nggak sulit diikuti kok–karena deskripsinya memang cukup jelas. Terlebih setiap awal chapter diberi keterangan waktu dan sudut pandang karakter.

Terjemahan novel ini juga bagus sekali. Enak bacanya. Nyaris nggak ada kesalahan ketik. Paling yang bikin gemas, Princess Leia, tapi ditulis Princess Leila. Haha. Kovernya juga mengena sih ke ceritanya yang gelap, berdarah, dan menegangkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s