film

Paprika

 

paprika 2006

Jika ada alat yang bisa digunakan untuk berbagi mimpi semua orang di dunia ini dan membuatnya jadi nyata ke dunia… apa yang akan terjadi?

Whoa. Jelas ada pihak-pihak serakah yang ingin menguasainya. Begitulah yang terjadi dalam Paprika. Demi pengobatan mental, sekelompok peneliti mengembangkan Mini DC, sebuah alat untuk masuk dan berbagi mimpi. Alat itu diharapkan bisa menjadi sarana untuk mengobati penyakit kejiwaan dan tentunya lebih tahu banyak tentang psikologi manusia. Tapi alat tersebut hilang.

Secara tidak langsung, Paprika memang tidak terlibat dengan kejadian tersebut. Meski pada akhirnya, dia menjadi kunci untuk menyelesaikan sosok serakah yang ingin jadi penguasa mimpi tersebut. Paprika bisa masuk ke dalam mimpi orang lain, berinteraksi dengan si pemilik mimpi, dan membantu si pemilik mimpi menyelesaikan sesuatu.

Pencuri Mini DC itu mengumpulkan mimpi-mimpi dalam sebuah parade. Parade yang juga membuat orang-orang mengingat mimpinya dan masuk ke dalam parada tersebut. Nah, orang yang terseret dalam parade mimpi itu bikin dia tidur… tidur… tidur… dan tidur.

paprikaaa

Kisah Paprika punya alur yang tidak sulit diikuti. Hanya saja perubahan antara adegan ke adegan lain, serta kemunculan adegan-adegan yang mendadak dan cepat, mudah membuat bingung. Aku sendiri menikmati perpindahan setting yang cepat antara mimpi dan mimpi — mimpi dan kenyataan. Itu adalah salah satu bagian paling menarik dari dunia mimpi (bahkan di universe Inception, Gelombang,¬†atau Sandman).

Animasi Paprika cantik dan berwarna. Hal-hal aneh dan absurd, meski memberi kesan horor dan misterius, benar-benar bikin dunia mimpi dalam Paprika jadi unik. Salah satu adegan favoritku, ketika Paprika mengajak salah satu kliennya untuk menonton bioskop, dan tadaaaa… mereka sampai ke sebuah gang panjang berisi bioskop! Pokoknya suka dengan dunia mimpi Paprika ini.

Ending cerita ini diakhiri layaknya cerita anime–sedikit nggak wajar, tapi sesuai dengan cerita yang memang disajikan dalam Paprika. Bagi Paprika, mimpi bisa jadi realitasnya. Dan nyatanya, realitas sendiri mudah berubah dan terluka karena mimpi-mimpi. Jika kamu berani bermimpi, masuklah dalam dunia Paprika!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s