buku

Aldebaran (Critical Eleven & Almost is Never Enough)

critical eleven dan AiNE

Aldebaran adalah bintang kuning raksasa yang terletak 65 tahun cahaya di konstelasi taurus. Itu sekadar info kecil, kalau kamu misalnya belum tahu tentang itu. Tapi, mungkin mayoritas kamu sudah tahu, betapa banyak bintang yang punya nama-nama indah.

Aldebaran juga yang bikin aku memutuskan untuk menulis catatan ini, setelah membaca Critical Eleven dan Almost is Never Enough selama dua hari berturut-turut. Iya, kedua novel karangan Ika Natassa (CE) dan Sefryana Khairil (AiNE) memang punya karakter dengan nama mirip, Aldebaran. Aldebaran Risjad (Ale) di CE dan Aldebaran Sahil (Al) di AiNE, keduanya adalah pria-pria idaman, sosok yang didamba-damba, dan membuat aku percaya, bahkan di dunia fiksi masih ada pria-pria seindah mereka berdua (aseeek).

Namun kesamaan nama saja tidak cukup, ketika membaca AiNE (aku baca CE duluan), kusadar keduanya menghadapi situasi yang sama: kehilangan seseorang dan sedang berjuang menghadapinya. Ale kehilangan anak pertamanya tidak lama setelah dilahirkan. Al baru saja kehilangan istrinya, Maura. Dan dunia keduanya tentunya berubah setelah kejadian itu.

Di Critical Eleven, setelah Ale kehilangan anak pertamanya, Aidan. Yang menjadi bagian terberatnya adalah menghadapi kehilangan itu bersama-sama istrinya, Anya. Mereka berusaha untuk memperbaiki yang hilang, tapi satu kesalahan kecil Ale menyebabkan kondisi hubungan mereka lebih buruk. Meski begitu, sama sekali tidak pernah terbersit di pikiran Ale untuk meninggalkan istrinya. Cintanya yang begitu besar membuat dia bertahan dan melakukan segala upaya untuk memperbaiki hubungan mereka.

Di AiNE, setelah Al kehilangan Maura. Dia harus meneruskan harapan istrinya: untuk punya anak. Mereka sudah berusaha untuk itu sekian lama dan akhirnya memutuskan meminta Ella (sahabat Maura) untuk jadi surrogate mother atau ibu pengganti. Pada saat Maura meninggal, Ella masih mengandung anak Al dan Maura. Tapi Al tidak lama berkubang dengan duka, dia yakin untuk melanjutkan rencananya dengan Maura, yaitu pindah dari New York ke Seattle.

Porsi terbesar pada kedua buku adalah bagaimana kedua pria itu sama-sama berjuang mengatasi duka mereka. Yang paling membedakan dari keduanya adalah Ale menggunakan kenangan-kenangannya bersama Anya sebagai motivasi untuk melanjutkan dan memperbaiki hubungan. Sementara Al memilih untuk merelakan dan kenangan-kenangan akan Maura, lalu maju terus, jatuh cinta pada perempuan berbeda yang menarik hatinya.

Kedua pria harus jatuh bangun. Tidak mudah bagi Ale untuk mengembalikan kepercayaan Anya kepadanya. Tidak mudah bagi Al membuat Ella percaya jika cintanya bukan sekadar kenangan karena Maura.

Kisah di Critical Eleven sedikit agak lebih getir dibanding AiNE karena basisnya berupa serangkaian kenangan manis yang pada waktu itu rasanya jauh sekali bagi Ale dan Anya. Sementara AiNE terasa lebih hangat dan penuh harapan, karena masa depan yang sedang direncanakan Al dan bayinya, Tobias.

Kesamaan lain kedua novel ini adalah punya sekilas setting di New York. Karakter-karakternya suka Coldplay. Tapi memang karena settingnya urban ya wajar sih. Haha. Meski punya banyak kesamaan, tentunya dua novel ini amat berbeda, selain dari yang aku tuturkan di atas, juga dari cara menulis dan berceritanya.

Kedua novel ini menyajikan potret pasangan urban yang sama-sama mencoba memecahkan situasi yang bisa ditemui di mana-mana. Memberi pembaca dua warna dan sudut pandang bagaimana keluar dan menghadapi kedukaan. Kehilangan memang berat. Waktu terus berjalan, tapi belum tentu bisa membuat seseorang merelakan. Tapi selalu akan ada yang jadi pengganti kekosongan yang sudah dibuat.

7 thoughts on “Aldebaran (Critical Eleven & Almost is Never Enough)

    • wahaha makasih, bel. sepertinya begitu, aldebaran menggantikan bara dan nathan. haha. tapi aku akui aku pun punya karakter yang namanya aldebaran di draf yang kutulis dua tahun lalu, tapi dia bukan karakter utama sih (dan drafnya belum terbit). :p

  1. Pingback: Buku: Critical Eleven | interlude

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s