Serial

Bloodline

BloodlinesPoster

Serial ini agaknya nggak terlalu terdengar gaungnya di sini. Tapi di luar (US), serial tiga belas episode dari Netflix ini cukup ramai dibicarakan. Bahkan, dua pemeran utamanya Kyle Chandler dan Ben Mendelsohn mendapatkan nominasi Emmy dari Bloodline.

Kyle Chandler dan Ben Mendelsohn menjadi kakak beradik—si sulung, Danny Rayburn (Ben Mendelsohn) dan si anak kedua, John Rayburn (Kyle Chandler) dari empat bersaudara. Di perayaan ulang tahun pernikahan ayah-ibu Rayburn, Danny yang sudah lama pergi dan menghilang memutuskan kembali. Di antara tiga saudaranya, John, Meg, dan Kevin, Danny ini bisa dibilang paling misterius hidupnya, nggak jelas kerjanya apa, sikapnya dinggap menyebalkan. Jadi kehadiran dia ini mengusik tiga saudaranya yang lain dan juga ayah-ibu Rayburn. Tapi, ternyata Sally, ibu Rayburn memang menginginkan Danny untuk pulang dan tinggal mengurus usaha resort mereka.

Bloodline ini memang mengenai keluarga disfungsi. Keluarga Rayburn yang kelihatannya bisa bangkit lagi setelah kematian salah satu anak mereka dan tampat harmonis, ternyata menyimpan rahasia kelam dan nggak enak banget. Kehadiran Danny ini perlahan-lahan menyingkap kebenaran dari tragedi dan rahasia tersebut.

Menonton Bloodline ini seperti menyusun puzzle. Banyak flashback yang diberikan, sepotong demi sepotong. Bagian awal dari serial ini dibilang cukup lambat, lebih banyak fokus pada interaksi keluarga Rayburn dan pengembangan karakter dari tiap yang terlibat dalam konflik utama. Aku sendiri menikmati semua itu, interaksi setiap individu Rayburn, sikap antipati mereka terhadap Danny, bagaimana mereka saling bohong satu sama lain, dan bagaimana mereka saling lempar tanggung jawab, lalu mengkambinghitamkan satu sama lain. Semua itu bikin geregetan, kesel, jengkel, dan setiap nonton sering meninggalkan kesan suram di hati. Akan tetapi, rahasia dan curiga selalu bisa membuat sikap orang menjadi jauh berbeda.

Subplot di Bloodline sedikit-sedikit menyerempet ke kisah kriminal. Itu juga salah satu faktor yang bikin kisah ini kerasa lebih tegang. Meski hanya kisah keluarga, tapi bagaimana penulisnya menyusun plot dan naratif, bikin ceritanya memang menegangkan. Ada twist-twist kecil, pengakuan-pengakuan yang bikin geregetan, dan keputusan-keputusan bodoh. Semua itu disampaikan dengan baik oleh pemeran-pemerannya, semua pemeran, walau yang paling outstanding memang Danny (Emmy lho, Emmy, hahaha).

Selesai nonton, aku hanya bisa berkomentar: fuck Rayburns. Aku benar-benar jengkel sama keluarga itu, semuanya, tapi aku punya simpati ke Danny. Bloodline akan diteruskan ke season dua oleh Netflix. Aku nggak tahu cerita apa yang disiapkan untuk season dua, karena (spoiler). Tapi season satu Bloodline cocok bagi kamu yang menyukai dysfungsional family drama, campur thriller kriminal, dan keindahan pantai di Miami (ini yang bikin betah nonton banget!).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s