buku

Old Mars

old mars

Ketika aku membaca antologi ini, aku sedang mencari ide untuk fanfiksi The Martian yang ingin aku tulis. Aku kenal Mars dari novel The Martian, dari berita dan cerita yang dikirim oleh Mars Curiosity. Namun, itu ternyata tidak cukup untuk menyusun sebuah cerita, dan dari buku ini aku berharap menemukan sesuatu.

Saat membaca, aku membayangkan duduk di atas bukit pasir atau batu di Mars. Memandang ke kejauhan, pada horizon. Mengamati semua yang merah, berdebu, dan kabur. Seharusnya di sana sepi, kalau berada di tempat yang tepat aku akan bertemu rover (Curiosity atau Opportunity), tapi antologi Old Mars ini membawaku jauh daripada kelengangan itu.

Terdapat 15 cerita pendek tentang Mars dan bersetting di Mars pada antologi yang dieditori oleh George R.R. Martin dan Gardner Dozois ini. Keduanya adalah sosok gaek di dunia sci-fi dan fantasi internasional. Keduanya juga yang menjadi jaminanku untuk membeli buku ini, meski belum ada satupun penulis yang kukenal karyanya. Haha.

Buku ini mengusir semua mitos sepi yang ada di Mars. Bahwa dulu Mars pernah riuh, bahwa suatu hari nanti di Mars akan diwarna harapan. Orang-orang datang dari Terra (Bumi) untuk menambang permata, berjudi, mengunjungi situs arkeologi, menumbuhan oksigen, berlayar, memburu buronan, mencari makam bertuah, menjinakkan bom, sampai tentunya yang tak pernah lepas dari sejarah manusia: berperang.

Kadang Mars kosong melompong, penghuninya telah pergi atau punah. Tidak jarang Mars masih punya penduduk asli, baik yang menyerupai sosok manusia hanya lebih tinggi dan ramping karena gravitasi rendah, hingga yang berbentuk ala alien umumnya dan banyak macam lagi. Beberapa cerita menuturkan hubungan baik antara Earthlings dan Martian, sisanya tidak akur—selayaknya kaum kolonial.

Penggambaran situasi Mars dari ras yang meninggalinya salah satu kekayaan di buku ini. Selain itu juga mengenai latar yang detail, meski umumnya tidak beda satu dan lainnya. Satu lain yang menarik adalah mengenai ‘kanal’. Di pendahuluan cerita, GRRM sedikit bercerita tentang ‘channels’ yang ditemukan astronomer Giovanni Schiaparelli, tapi kemudian salah diartikan menjadi ‘canals’ (kanal). Hampir semua cerita dalam antologi ini mengangkat tentang kanal yang jadi sumber peradaban. Kanal-kanal dibuat secara alami atau buatan. Dihubungkan dari kutub ke kutub untuk dialiri air. Kota-kota tumbuh di tepinya. Aliran airnya dijadikan jalur transportasi, selain jalur udara dan darat.

Meski cerita-cerita di dalam sini mayoritas berbumbu fantasi. Namun detail-detail yang disajikan para penulis memperlihatkan jelas kaitan antara perkembangan teknologi sekarang dan imajinasi para penulis. Walaupun begitu, bagi kamu yang penggemar hard sci-fi rasanya akan agak kecewa membaca ini karena memang tidak terlalu berlandaskan teknologi.

GRRM menulis pembuka yang bagus sekali tentang Mars. Bagaimana Mars menjadi salah satu idaman para penulis sci-fi dan fantasi. Beliau merunut berbagai karya tentang Mars yang jadi rekomendasi bagus setelah baca antologi ini.

Old Mars menyediakan kayanya fantasi tentang Mars. Mimpi-mimpi manusia untuk berlayar dan bertualang di sana. Setelah selesai membaca buku ini, Mars tak lagi sesepi tiap kali melihat postingan foto terbaru kiriman Curiosity. Mars begitu ramai, penuh hiruk pikuk, mungkin kita yang belum mendengar dan menemukannya, mungkin momen itu akan terjadi suatu hari nanti.

(Old Mars, Bantam, hardcover, 2013 — kubeli dari Periplus seharga Rp 62.000,-)

2 thoughts on “Old Mars

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s