buku

Sudut Mati

sudut mati

Sudut Mati adalah novel kedua Tsugaeda. Novel pertamanya ‘Rencana Besar‘ bikin aku terkesan banget dan pernah kutulis review-nya juga di blog ini. Kalau di novel pertamanya dulu thriller yang ekonomi-ekonomi gitu, di sini beliau masih mengambil genre thriller, tapi yang kali ini berupa corporate thriller. Sebenarnya masih seiring sejalanlah tema novel pertama dan kedua. Haha.

Sesuai genre, ceritanya berkisar antara uang dan politik di dunia korporasi, yaitu pada Grup Prayogo. Dituturkan dari sudut pandang salah satu anak Prayogo, yaitu Titan. Pemuda itu diminta kembali dari Amerika Serikat untuk mengatasi krisis yang menimpa bisnis keluarganya tersebut.

Krisis yang Titan hadapi tidak hanya dari internal perusahaan, juga dari grup saingan, Ares Inco. Plus tambahan subkonflik lain seperti adiknya yang menikah dengan anak dari grup kompetitor, rahasia kematian ibunya, karakter Teno yang misterius, dan misteri tentang pembunuh nomor satu ‘si dokter’.

Kelihatannya banyak banget isinya ya. Memang iya. Hanya saja, seluruh ceritanya ditulis dalam bab yang pendek-pendek dan itu berhasil banget bikin buku ini sebagai page-turner. Nyaris setiap bab punya ending cliffhanger atau nggantung, yang pengin membalik halaman lagi dan lagi.

Pace cerita yang cepat memang menyenangkan, sayangnya kurang diimbangi dengan bagian-bagian yang memberi ruang untuk bernapas. Satu adegan berjalan, disusul adegan lain, yang lain lagi. Akhirnya semua terlalu terburu-buru dan kabur.

Penggunaan kilasan masa lalu yang banyak dalam buku ini tampaknya salah satu tujuannya untuk ruang bernapas itu tadi. Penempatannya memang tepat, memberi nuansa untuk karakter-karakternya, menabur api ke konflik yang ada, dan bikin geregetan, tapi kalau sebagai ruang bernapas pembaca, aku merasa itu nggak bekerja dengan baik.

Pada akhirnya, dari permasalahan yang tadinya finansial, manajemen, organisasi, itulah ya… diselesaikan dengan adu tonjok dan dor-dor-an. Memang ada manuver Titan yang kerasa licik dan keren, hanya saja itu bukan penyelesaian yang sebenarnya. Meski begitu, kembali lagi ke pace cerita dan struktur yang bikin itu semua tetap menyenangkan dinikmati.

Basis masalah Grup Prayogo sendiri juga diterangkan. Tentang aliran dana, tentang skema ini dan itu. Pemaparannya cukup terperinci, tapi beberapa bagian terasa seperti baca artikel. Jadi, ada yang aku skip sedikit bacanya. Dan ternyata, itu memang nggak terlalu pengaruh ke bagian akhirnya atau ke karakternya sendiri.

Dan Tiara. Aku berharap banget Tiara ini bukan sekadar damsel in distress. Aku mengerti posisinya kurang menguntungkan, seperti Sansa di tengah keluarga Baratheon-Lannister. Hanya saja, yah, aku harap dia nggak seperti Sansa. Dia memang cerdik ketika ngasih kode ke Titan. Cuma pada akhirnya harus diselamatkan juga. Memang sih ada karakter cewek lain yang lebih mantap, tapi waktu tampilnya kurang banyak. Hahaha.

Apa pun yang kubilang di atas, Sudut Mati ini tetap salah satu thriller lokal yang sangat menarik dan harus dibaca bagi kamu yang senang dengan thriller. Menghibur. Menegangkan. Dan bikin nunggu kapan Tsugaeda ngeluarin buku selanjutnya.

(Sudut Mati, Tsugaeda, Bentang Pustaka, 2015. Lupa harganya berapa.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s