buku

My Everything

Kali pertama aku menerima naskah ini dari Ratih Desiana dan Sylph Feira sebelum diterbitkan, aku sudah terkesan. Romansa fiksi ilmiah?! Wow, itu jarang banget ditemukan dari karya-karya penulis lokal. Terakhir kali aku baca romansa fiksi ilmiah adalah karya Tria Barmawi, itu juga udah lama banget. Continue reading

buku

I, Robot

Kalau kamu tanya apa novel fiksi ilmiah favoritku, hmm… sekarang aku punya jawaban: “I, Robot”. Enam puluh empat tahun setelah rilis, baru aja aku nyelesaiin bacanya dan benar-benar terpukau. Isaac Asimov memang seorang genius. Tapi, aku belum baca Foundation trilogy, jadi mungkin saja novel favorit bakal bertambah. Continue reading

film

Westworld

“Welcome to Westworld, where nothing can go wrong… go wrong… go wrong….” Film ini fun banget! Serius. Temanya seru, di antara Blade Runner dan Jurrasic Park. Bayangkan kalau Jurrasic Park diisi oleh robot-robot yang diprogram untuk bikin kamu senang, untuk melayani kamu, untuk bikin kamu ngerasa jadi raja. Kamu bisa pilih antara jadi koboi di … Continue reading

buku

Do Androids Dream of Electric Sheep?

Kalau yang suka science fiction pasti udah akrab dengan film Blade Runner karya Ridley Scott. Begitu legendaris dan hampir selalu masuk ke daftar film scifi yang harus ditonton. Blade Runner yang dirilis tahun 1982 tersebut sesungguhnya merupakan karya adaptasi dari novel Philip K. Dick yang berjudul ‘Do Androids Dream of Electric Sheep?’ yang dirilis dua … Continue reading

Resensi / Serial

Pilot episode: The Leftovers, Extant, & The Strain

Musim panas datang dan serial-serial langganan mulai hiatus. Namun, muncul juga serial-serial baru yang mungkinakan mencuri perhatian. Ada tiga serial yang menarik perhatianku dan dirilis dalam waktu berdekatan, yaitu The Leftovers, Extant, dan The Strain, karena ketiganya digarap nama yang familier dan mengandung tema fiksi ilmiah dan fantasi. Jadi, aku review episode pilot dari ketika … Continue reading

film

Transcendence

Mengangkat tema A.I., mind-uploading, dan kesadaran (consciousness), disertai bujet yang besar, seharusnya ini jadi sesuatu yang keren. Fiksi ilmiah lain yang bikin hype dan sebagainya. Akan tetapi, di balik kecakepan visualnya, Transcendence ini nggak punya kedalaman cerita. Continue reading

buku

The Terminal Man

Ketika mau mulai baca buku ini gue sempet mikir, ‘Michael Crichton nggak pernah nulis tentang artificial intelligence ya?’. Diingat-ingat dari belasan buku beliau yang gue baca belum ada yang membahas hal tersebut. Eh, nggak disangka-sangka The Terminal Man yang terbit tahun 1972 ini mengangkat topik tersebut. Continue reading

film

Blade Runner

Film ini memukau gue sejak menit-menit pertama nonton. Ngeliat betapa megah setting yang dibangun oleh Ridley Scott. Gue langsung jatuh kagum. Ini film yang nggak cukup ditonton tiga kali aja. Blade Runner ini adalah film scifi yang wajib banget ditonton, kalau kamu cari tentang 10 film fiksi ilmiah yang harus ditonton, judul ini bakal keluar … Continue reading

film

I’m Here

Gue suka banget Her. Benar-benar suka. Ketika gue nonton film pendek dari Spike Jonze yang berjudul ‘I’m Here’ ini, gue terpana. Indah banget. Berlatar di masa depan atau mungkin di semesta yang lain, ketika para android/robot hidup berdampingan dengan manusia. Kali ini, ceritanya adalah tentang dua robot yang saling jatuh cinta. Continue reading

Serial

Person of Interest Season 3

“When the whole world is watched, filed, indexed, numbered, the only way to disappear is to appear, hiding our true identities inside a seemingly ordinary life.” Ketika mulai nonton Person of Interest, gue punya kekhawatiran kalau ke depannya serial ini bakal repetitif. Karena di beberapa episode awal, kerasa banget kalau ini adalah serial prosedural, semacam … Continue reading