film

Seven (Se7en)

seven poster

Jadi, aku sedang membaca novel Gone Girl karya Gillian Flynn minggu ini karena filmnya yang diadaptasi David Fincher akan rilis bulan Oktober nanti. Sambil menemani baca novel, aku bakal marathon film-filmnya David Fincher, dimulai dari Seven (Se7en), thriller kriminal yang dirilis tahun 1995 dan dibintangi oleh Brad Pitt dan Morgan Freeman.

Kisahnya di kota yang tak pernah berhenti hujan. Detektif Sommerset (Morgan Freeman) bertemu dengan detektif baru yang bakal menggantikan posisi dia, David Mills (Brad Pitt). Meski pertama bertemu di TKP sebuah pembunuhan, kasus yang benar-benar mereka kerjakan bersama dimulai dari kematian seseorang yang mengalami obesitas karena kebanyakan makan spageti. Sommerset tadinya nggak mau lagi nanganin kasus tersebut, tapi dipaksa oleh bos mereka. Sementara itu, Mills dengan senang hati menangani. Akan tetapi, ternyata pembunuhan mengerikan lagi brutal itu nggak berhenti di situ. Dari satu dengan yang lain, ada koneksi, yaitu dosa-dosa dari tujuh dosa besar mematikan (seven deadly sins). Tujuh dosa tersebut, tertulis di sekitar tempat kejadian perkara, berupa wrath, gluttony, greed, sloth, lust, pride, dan envy.

Setiap pembunuhan selalu istimewa, ada sentuhan-sentuhan tersendiri dari pembunuhnya. Juga, diperlihatkan dengan… aku nggak bisa bilang eksplisit, tapi cukup brutal dan kejam juga sih. Semi-gory kali ya. Beberapa adegannya bahkan nggak terlupakan sama aku yang nonton film ini pertama kali beberapa tahun yang lalu.

Si pembunuh ini membaca Paradise Lost-nya John Milton serta Inferno-nya Dante Aligheri. Beberapa kutipan dari buku tersebu juga ditinggalkan si pembunuh di TKP. Beberapa waktu belakangnya, kedua literatur tersebut akrab banget di buku atau film yang aku nikmati. Sampai aku bertanya-tanya, ada yang yang beneran namatin dua literatur tersebut dan apa iya efeknya kayak gitu? Haha. Soalnya, kayaknya kok literatur tersebut sangat kuat mempengaruhi orang dan dijadikan dasar dari tujuan si karakter-karakter dari fiksi yang aku nikmati itu.

Sampai di tengah aksi si pembunuh, Sommerset dan Mills akhirnya menemukan identitas si pembunuh, tapi tetap aja nggak bisa mencegah pembunuhan terjadi. Bikin jadi tegang! Tegang yang udah ada sejak awal cerita, bertahan sampai belakang. Apalagi dua puluh menit terakhir, yang meski nggak ada adegan mengerikan, hanya Sommerset dan Mills dan si pembunuh saling berdialog, bisa begitu powerful!

Film ini diperankan dengan apik banget oleh Brad Pitt dan Morgan Freeman. Ini mungkin salah satu film Brad Pitt yang berkesan buatku, selalu nggak bisa ngelupain ekspresinya di adegan terakhir film ini. Juga, Morgan Freeman yang ya Morgan Freeman banget sih, tapi tetep keren. Yang paling mencuri perhatian adalah si pembunuh (nggak mau bilang siapa, haha), yang bikin serunya filmnya ini naik banget! Bikin kerasa banget lagi berhadapan dengan seorang psikopat yang terencana. Dia keren. Keren banget.

Hujan, mendung, kematian, dan semuanya terasa abu-abu yang menggelisahkan itu suasana yang kerasa banget di dalam film ini. Malah kayaknya semua warnanya cuma abu-abu, putih, cokelat gelap, dan sepia doang. Begitu terus. Bikin suasana tegang dan mengerikannya kebangun.

Aku suka ketika beberapa hal yang terlalu mengerikan disampaikan secara subtil. Pembunuhan ke-4, seorang pelacur, nggak dilihatin korbannya, tapi cuma sebuah foto. Foto pisau di sebuah ikat pinggangnya yang digunakan seorang laki-laki untuk menyetubuhi si pelacur tersebut. Kebayang, kan? Kebayang? Haha. Ngebayanginnya aja bikin bergidik dan ngilu. Kemudian adegan terakhir, ketika Sommerset ngebuka kotak paket, ekspresi dia yang langsung… bikin kita tahu kalau itu sesuatu yang nggak bagus! Sampai akhir isi kotak nggak diberitahu, tetapi dari penuturan si pembunuh dan Sommerset kita tahu itu apa.

Meski keren banget, film ini mungkin nggak bisa dinikmati semua orang karena tadi, beberapa adegan yang terlalu kejam. Akan tetapi, kalau suka thriller kriminal, ini salah satu film yang wajib banget untuk ditonton minimal sekali seumur hidup. Ha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s