Doctor Who / Resensi / Serial

Doctor Who Season 5

“Every life is a pile of good things and… bad things. The good things don’t always soften the bad things, but vice versa, the bad things don’t necessarily spoil the good things or make them unimportant.”

(Episode 10, Vincent and The Doctor)

(Sumber: wikipedia)

Season 5 dari seri Doctor Who adalah musim tayang pertama bagi Matt Smith sebagai Doctor ke-11. Juga untuk teman-teman seperjalanan Doctor ke-11 di season-season selanjutnya, Karen Gillan (Amy) dan Arthur Darvill (Rory).

Kisahnya dimulai dari seorang anak perempuan, Amy, yang berdoa kepada Tuhan untuk mendatangkan polisi yang akan memperbaiki retakan di dindingnya. Dari retakan itu, ia sering mendengar suara-suara yang menganggu. Saat Amy selesai berdoa, TARDIS dan penumpangnya, 11th Doctor, jatuh di halaman belakang rumah Amy. Doctor meminta makanan kepada Amy, kemudian pergi dan berjanji kembali lima menit lagi untuk memperbaiki TARDIS.

Akan tetapi, ia nggak pernah kembali sampai empat belas tahun berlalu. Doctor datang pas banget di malam sebelum Amy menikah. Karena sudah telanjur janji untuk ngajak jalan-jalan, akhirnya pergilah mereka berdua.

Mereka ketemu Dalek, Weeping Angels, juga bertemu River Song (Alex Kingston). Semua petualangan yang dijalanin Doctor, Amy, serta Rory terjadi dalam satu malam.

salah satu scene dalam The Pandorica Opens

Rory sempat meninggal di episode Cold Blood, tapi di episode Pandorica Opens, Rory muncul lagi sebagai prajurit Roman. Ending dari season lima ini bagus banget, The Pandorica Opens dan Big Bang Part 2.

Amy yang dibunuh Rory dimasukin Doctor ke dalam kotak Pandorica. Doctor tadinya mau ngajak Rory pergi dari situ, tapi Rory nolak dan milih untuk nemenin 2000 tahun! OMG 2000 tahun. Hiks.

Sampai di akhir cerita, realita mendadak lenyap satu-satu dan diakhiri oleh Doctor yang bawa kotak Pandorica ke dalam TARDIS, agar TARDIS meledak dan terjadi BIg Bang part 2. Di pernikahan Amy dan Rory, keduanya nggak inget apa-apa. Tetapi, ketika Amy lihat River lewat dan Rory nyerahin buku harian River. Amy inget lagi sama The Doctor. Dan yaaa! Doctor muncul lagi.

“Relight the fire. Reboot the universe.”

Matt Smith dan TARDIS

Episode lain nggak kalah bagus, terutama favoritku adalah Vincent and The Doctor. Beberapa orang bilang, kalau habis nonton dokumenter ‘Van Gogh: Painted with Words‘ disarankan banget nonton episode ini. Gue nangis tuh di sepuluh menit terakhir, ketika Doctor dan Amy ngebawa Vincent ke Paris untuk lihat pameran karya-karya dia. Waktu Vincent nangis ketika Doctor dengan sengaja manggil kurator museum untuk diminta pendapat tentang karya-karya Vincent, gue juga ikutan nangis. Pokoknya episode Vincent and The Doctor ini yang terbaik di season lima.

Victory of The Daleks dan Time of The Angels juga keren. The Lodger, itu salah satu episode paling lucuuuu di season lima.

Gue ngerasa season lima ini yang terbaik dari tiga season penampilan Matt Smith sebagai 11th Doctor. Selain karena ceritanya kuat banget, penampilan dia di season lima juga… entahlah, gue ngerasa lebih manusiawi daripada yang lain-lainnya gitu.

Inti cerita season lima ini adalah menuntaskan rahasia tentang retakan di dinding Amy yang kemudian muncul di mana-mana! Ha! Dan tentunya cerita tentang Amy, the girl who waited. :’)

“Nothing is ever forgotten. Not really.” – The Doctor

Bogor, 24-9-13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s