Resensi / Serial

Game of Thrones 4.5: First of His Name

gameofthrones 4 5

Entah ke mana cerita ini akan menuju….

Ya jelas ke akhir ceritanya sih ya. Kabarnya sih bakal menuju ending yang kejam dan epik. Okelah ya. Kita tunggu aja. Ini juga udah pertengahan musim.

Jujur aja, sampai episode ke lima, musim tayang keempat ini masih kerasa asing. Direksinya nggak kebaca. Banyak kejutan di sana-sini. Terutama dua episode terakhir karena ngebuka sesuatu yang masih disimpen dari buku satu sampai lima. Gue sejujurnya sebagai pembaca buku agak ngerasa sakit hati dengan itu karena gue baca buku yang notabene satu buku bilanglah habis satu minggu, lah yang nonton serial cuma butuh sepuluh jam untuk dapetin detail yang sampai buku lima tuh nggak ada. Serius deh gue ngambek. Meski di mana-mana udah ada peringatan kalau pembaca buku nggak perlu khawatir dan kecewa… ya tetep aja.

Lagian, dispoilerin sama episode di tv, alih-alih buku. Ugh, nggak banget rasanya.

Kayak di episode ini satu rahasia lain terungkap… yang please deh, salah satu rahasia paling tua dari cerita Game of Thrones. Hmm… kluenya: Jon Arryn. Spoilernya ada di mana-mana, tapi nggak di sini.

Sansa dan Petyr sampai di Eyrie. Lysa tahu itu Sansa yang juga menyamar sebagai Alayne. Ada pula adegan ketika Lysa mojokkin Sansa apakah dia punya hubungan sama Petyr atau nggak.

Wow! Gue suka banget Eyrie! Kalau disuruh milih kastil, gue pilih Eyrie! Misterius dan tinggi dan cuma punya satu jalan masuk.😀

Sementara itu di King’s Landing, Tommen Baratheon akhirnya disahkan jadi raja Westeros. Yang diceritain malah bukan si Tommen, melainkan Margaery dan Cersei. Yak, Cersei nanya apakah Margaery masih punya obsesi jadi ratu. Margaery ya sok berkabung gitu deh…

Dan, ketahuan kalau Lannister ternyata lagi dalam kesulitan keuangan. Hahahaha.

Selanjutnya, di tanah seberang, si Daenerys akhirnya memutuskan buat memimpin tanah-tanah yang ditaklukannya. Katanya, kalau mimpi di situ aja dia nggak bisa, apalagi Seven Kingdoms. Haha… gue nggak terpana.

Malah Brienne yang terpana mendengar penuturan Pod yang pernah bunuh Kingsguard di tengah perang Blackwater. Kayaknya hubungan Brienne jadi lebih berkembang di sini.

Ketahuan juga kalau ternyata salah satu orang yang pengin Arya bunuh adalah The Hound. Selain sederet nama lainnya yang udah lama nggak kita denger tersebut dari namanya.

Di utara, Jon dkk menyerang Craster’s Keep. Ya menanglah ya. Si Locke yang berusaha ngebunuh Bran malah terbunuh. Bran sendiri akhirnya nggak jadi ketemu Jon, diajak Jojen untuk segera pergi.

Gitu aja sih episode lima. Kentang dan so-so. Dua episode terakhir ini emang kerasa datar. Entah karena gue yang masih ngerasa sentimen atau memang begitu. Haha. Yang jelas, season empat ini udah menyimpang dari buku. Banyak yang nganggep, apa yang ada di episode-episode ini sebagai ‘filler’–bagian yang nggak mungkin ada di buku. Akan tetapi, dengan membocorkan misteri-misteri, yang entah maksudnya apa… Mungkin maksudnya biar saling melengkapi antara buku dan serial. Biar baca dan nonton. Namun, itu nggak adil untuk pembaca. *sigh*

Preview episode 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s