buku

Inherent Vice

inherent_vice_book_cover

Ini pengalaman pertamaku dengan karya Thomas Pynchon. Meski bukan jadi kali pertama dengan nama dan karya beliau (yang kayaknya kurang populer di Indonesia ya), karena beberapa judul seperti Gravity Rainbow, sering diomongin banyak orang, tapi Inherent Vice yang dirilis tahun 2009 ini jadi interaksi pertamaku. Penyebabnya sih karena tiada lain tiada bukan Paul Thomas Anderson yang disebut-sebut berani betul mengadaptasi karya beliau. Novel yang katanya sungguh kompleks dan rumit, dari situlah, pengin ngerasain sendiri, bener nggak sih?

Hahaha… hampir aja aku nyerah di awal-awal baca novel ini. Karena… karena… memang buatku tulisannya sulit nyambung. Selain kalimat-kalimatnya yang superpanjang, sering kali… bahkan sering banget tiba-tiba topik bahasannya tuh nyambung entah ke mana.

Memang sih banyak yang memperingatkan kalau baca novel ini harus ‘high’ atau pasti bakal kena mabok, bukan cuma karena isinya, tapi memang sepanjang cerita penuh obat-obatan terlarang. Rasanya tuh kayak ikut-ikutan Doc, karakter utama di novel ini, terbang di atas permukaan laut dan menyadari kalau dia juga kita adalah keturunan dari Lemuria yang hilang.

Cerita sesungguhnya nggak terjadi di benua Lemuria yang tenggelam, melainkan di Gordita Beach, pantai rekaan Pynchon, di tahun 70-an. Tempat tinggal para surfer, pokoknya macem-macem, geng gitu, pokoknya lingkungan yang gampang untuk dapetin obat-obatan terlarang. Suatu hari Doc didatengin mantan kekasihnya, Shasta yang minta tolong untuk nyariin pacar barunya yang hilang. Eh, nggak lama kemudian, justru Shasta ikutan hilang. Doc pun akhirnya mencari keberadaan Shasta.

Nah, dalam perncarian Doc yang seorang detektif swasta inilah dia banyak menemukan rahasia dari Michael Wolfmann, tentang The Golden Fang, Coy Harlingen, dan detektif Bigfoot Bjonrsen. Semua dikemas dengan penuh humor, banyak singkatan-singkatan nyeleneh dan bikin nyembur pas baca, juga ditulis tadi dengan semacam dikasih narkotika gitu kali ya, jadi pas baca kerasa mabok, hahaha.

Walau situasi ceritanya terkesan nggak serius, sesungguhnya pada beberapa momen aku sadar banget kalau masalah yang dihadapi Doc itu bukan cuma personal antara dirinya dan Shasta, tapi juga banyak rahasia besar lainnya yang menyangkut Los Angeles, Las Vegas, kepolisian, pemerintahan. Kelihatan banget gimana Pynchon ngemas hal-hal yang sebenarnya buruk, jadi kelihatan kayak bagian yang begitu umum dalam kehidupan karakter-karakter di Inherent Vice, dari narkotika tadi, penyelundupan, pembunuhan, sampai korupsi.

Dan, meski mengandung banyak humor, banyak momen melankolis di dalam cerita ini. Satu yang bikin aku tersentuh adalah gimana Pynchon menyelipkan subplot tentang Doc yang berusaha mempersatukan keluarga yang terpisah. Karakter yang dibantu Doc itu jadi salah satu favoritku karena lucu dan suka tiba-tiba muncul di mana-mana.😀

Di Inherent Vice banyak banget tokohnya. Serius banyak banget. Kadang-kadang karakternya punya nama yang susah diinget, sampai yang aneh banget macem, Xqq. Hahaha… itu nama yang paling aku inget kali ya. Berjam-jam habis baca aku masih ketawa dan berusaha nyari pelafalan buat nama itu.

Setelah baca Inherent Vice jadi makin penasaran bagaimana hasil adaptasi yang digarap Paul Thomas Anderson. Apalagi dengan setting 70-an dan di dalam bukunya sendiri banyak ‘musik’ serta ‘lirik’ yang aneh betul, cerita ini sejak awal memang kerasa PTA banget. Kabarnya, banyak karakter dan adegan yang terpaksa dicut ketika diadaptasi jadi film, jadi mungkin ada baiknya untuk baca dulu.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s