film / komik / Resensi

Star Trek Khan #2

“The broken boy was finally home.”

2013 Star Trek Khan 2

cover by Paul Shipper

Bulan lalu gue udah ngereview bagian pertama dari komik ini, sekarang giliran bagian keduanya. Komik Star Trek Khan merupakan tie-in dari film Star Trek Into Darkness dan menceritakan masa lalu Khan (Benedict Cumberbatch). Dibuat sebab banyak pertanyaan kenapa masa lalu Khan nggak dimasukin ke film itu tersebut dan kenapa Khan di film itu bisa lenyap tanpa jejak dari data arsip. Tiran luar biasa abad 20 nggak mungkin begitu aja dilupakan orang, makanya, aneh banget ketika Kirk nggak punya pengetahuan sama sekali tentang dia.

Di bagian pertama, dikisahkan tentang sekelompok pengusaha yang berniat menciptakan tentara pembunuh lewat rekayasa genetik. Akhirnya, mereka ambil anak-anak dari berbagai tempat untuk ‘dibiakkan’ menjadi generasi superior dalam sebuah fasilitas khusus. Menjelang hari kelulusan *halah* ternyata, mereka memang superior dan malah memberontak dari pembuat mereka. Lebih lengkapnya, plus beberapa rincian bedanya Khan di Abramsverse dan original bisa dibaca DI SINI. Nanti di review ini, gue kasih juga beda-beda dengan timeline yang original (serial-film-buku).

Cerita kedua ini hampir seluruhnya adalah penggalan masa lalu yang dituturkan Khan ketika sidang. Dia cerita ketika sekolah disiapkan nggak cuma secara fisik, otak, tetapi juga mental. Setelah mereka memberontak dari sekolah, mereka menyusup ke pemerintahan, organisasi-organisasi penting, dan kelompok-kelompok yang punya power. Mereka membagi jadi tujuh region besar yang masing-masing dipimpin seorang pimpinan gitu deh. Nah, yang ngatur strategi ketujuh orang ini, termasuk Noonien.

khan 2 2

Pada September 1992, mereka memutuskan untuk memulai rencana mereka. Dengan senjata-senjata rahasia yang udah disiapkan, mereka membombardir dua kota besar, Washington D.C. dan Moskow. Kemudian mengumumkan kalau mereka adalah pemimpin dunia baru. Mereka minta seluruh warga dunia mematuhi mereka karena mereka nggak menginginkan kekerasan melainkan kedamaian. Mereka juga ngingetin kalau warga dunia bisa offensif, tapi nggak akan tahu ke mana menyerang karena mereka ada di mana-mana.

Akan tetapi, dunia memilih perang.

Mereka dengan kesuperioran mereka jelas menang dengan mudah. Semacam tinggal nyentil jari kelingking aja. Butuh tiga minggu aja untuk menguasai seluruh dunia.

Kemudian, Khan nerusin ceritanya–terutama masa lalu pribadinya di hari terakhir merebut kekuasaan. Dia kembali ke New Delhi meminta segenap pasukan untuk menyerah, tapi mereka tentu nggak mau ada di bawah pimpinan Khan. Yah, Khan akhirnya menghajar semua sendiri pasukan itu, nggak banyak sih paling belasan orang doang, banyakan juga Klingon pas di Qo’nos itu.

Dia nyeritain perasaannya ketika membunuh dan menghabisi orang-orang tersebut, bukan kebanggan, tetapi ketenangan. Mulai hari itu, dia mengganti panggilan kecilnya, Noonien, menjadi sebuah nama kuno yang melambangkan kekuatan, nama yang dia pilih adalah KHAN.

“I chose to mark the occasion by taking a new name. An ancient title reflecting the power I now took for my self. I am Khan.” 

khan 2 4

Khan muda, tahun 1992. Ekspresi Khan-nya dapet banget ya.
(art by Claudia Balboni)

Dalam kisah ini, awal mulai cerita sejak Noonien berumur 8 tahun di 1971, kemudian ketika mereka memberontak dari fasilitas di tahun 1985–berarti umur Noonien 22 tahun, dan di bagian ketika timeline melompat ke 17 September 1992, pada waktu itu umur Noonie/Khan 29 tahun.

Tua ya. Iya, kalau dibanding timeline yang original. Hanya saja, tujuh tahun perencanaan itu memang cukup banget untuk mematangkan segalanya sih. Jadi, cukup masuk akal juga. Gue pribadi ngeliat gambarnya masih ngerasa mereka remaja muda *ihihihi*. Bisa jadi mestinya mereka nggak menua karena punya kemampuan regenerasi yang hebat.

Gambar di kover masih dikerjain oleh Paul Shipper, ada tiga alternatif kover lain, salah satunya pakai foto Khan beneran *duh ngiler*. Sementara, cerita ditulis oleh Mike Johnson, di bawah supervisi Robert Orci. Gambar masa sekarang dikerjakan oleh David Messina dan yang penggalan masa lalu digambar oleh Claudia Balboni. Nggak kerasa beda sih gambar keduanya, meski kerasa ciri masing-masing. Gue memang baru baca dua volume, tetapi buat ngenalin gambar rasanya cukup-cukup aja. Gambar-gambarnya Claudia kerasa lebih tajem sih, terlebih ekspresi-ekspresinya yang dapet banget. Sementara gambar David Messina kerasa lebih halus, meski tetap kerasa tegasnya. Itu aja kali ya dari gue yang ecek-ecek pengetahuan tentang gambarnya, intinya sih enak aja dilihat. Ekspresi Khan muda, hampir sama dengan Khan dewasa.

Hampir 90% dari total 25 halaman komik ini isinya flashback. Adegan kekerasan masih ada, tetapi nggak seeksplisit yang bagian pertama. Cuma siluet Khan mencahin kepala doang.

Karena komik kali ya, jadi pengembangan karakter Khan juga kurang kerasa. Apalagi ceritanya dibagi-bagi dengan temen-temen lain. Karakter dia di 3/4 bagian awal tuh kerasa dua dimensi, baru pas cerita tentang dirinya sendiri kerasa ada.

khan 2 3

Tetapi, bagian kedua ini dapet banget sih nunjukkin kalau mereka adalah manusia superior. Kompak banget menguasai dunia, meski nggak terlalu jelas motif sebenernya apa. Dibilangnya kedamaian, tapi kok gue ngerasa itu terlalu dangkal. Mungkin ya, tadi, balik lagi ke masalah character development yang cetek.

Khan di sini juga amat kejam dan brutal. Nggak manusiawi sama sekali. Nggak (mungkin belum) latar belakang yang jelas. Dia cacat dulu, kemudian entah apa yang bikin dia bener-bener pengin jadi penguasa. Malah akhirnya kelihatan kayak orang gila kekuasaan dan kejam aja.

Di versi original, motif Khan jadi tiran itu amat sangat jelas menurut gue. Dari nyokapnya dibunuh, sejak kecil udah didoktrin kalau beda, superior, dan diciptakan jadi pemimpin, serta ngeliat kalau dunia nggak seadil yang dia kira. Akhirnya, dia merencanakan pemberontakannya sendiri, meninggalkan nama kecilnya, Noonien, dan memilih Khan sebagai namanya. Tapi dari awal namanya memang udah Khan Noonien Singh sih.

Para augment di cerita original lepas dari fasilitas ketika umur 3-4 tahun. Habis itu mereka disebar ke seluruh dunia dan datanya disimpan oleh seorang agen rahasia. Itu untuk menghindari mereka berkonspirasi membalas dendam. Akhirnya, Khan ketika mulai memberontak mencuri data tersebut dan berusaha mengumpulkan kembali. Nah, di cerita original, efek samping dari anak-anak yang hasil rekayasa genetik itu adalah ada cacat fisik, atau kalaupun yang hasilnya bagus secara fisik, secara emosional mereka nggak stabil sama sekali. Khan adalah anak yang secara emosional paling stabil, sejak kecil dia emang udah menunjukkan kepemimpinannya di depan temen-temennya.

khan 2

Khan yang lagi di sidang. Gimana dibandingin sama Khan muda tadi? :p
(art by David Messina)


Lalu umur, Khan di original mulai memberontak pas umur 17 tahun. Waktu itu tahun 1987 dan rencana besarnya menguasai dunia dimulai tahun 1991. Kalau di komik Khan, umurnya 29 tahun ketika mulai menguasai dunia. Mungkin dipasin dengan muka Cumberbatch yang tak lagi terlalu muda.
Secara keseluruhan bagian kedua ini emang nggak terlalu seru sih. Hanya aja, mestinya ini jadi poin penting, salah satu titik balik hidup si Khan. Cuma kurang dijelasin aja. Gue rasa di bagian tiga nanti adalah ketika Khan mulai konfrontasi dengan temen-temen sesama augments-nya karena mereka pengin berkuasa sendiri. Di bagian kedua ini, juga sama sekali belum ada clue gimana bisa nanti Khan berubah jadi kulit putih! *beneran ini alasan gue ngikutin komik Khan, kayak gue ngikutin Agents of SHIELD cuma karena pengin tahun kenapa Coulson bisa hidup lagi*

Karena cerita ini adalah bagian dari sebuah cerita besar, ya mau nggak mau harus diikuti. Kalau memang suka Khan dan tertarik dengan karakternya, bagus sih ngikutin ini. Terutama buat yang suka Khan versinya Abrams. Kalau versi original mungkin nggak akan terlalu respek dengan Khan di sini dan masa lalunya. Tetapi, gue tetep akan nunggu lanjutannya sih, dan pelan-pelan mulai mencoba menerima kalau cumberKhan memang begitu adanya.😀

Nunggu banget bagian ketiganya bulan depan!

1110_khan_03

cover Khan #3

2 thoughts on “Star Trek Khan #2

  1. Pingback: Star Trek Khan #3 | Catatan Tia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s